PPB — Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuka langkah strategis menuju penguatan pembelajaran penerjemahan melalui konsep learning factory dengan menerima kunjungan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) pada Jumat, 30 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi ajang silaturrahim sekaligus penjajakan kerja sama antara dunia akademik dan profesional dalam menyiapkan calon penerjemah yang kompeten dan siap kerja.
Rombongan HPI disambut langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd. bersama jajaran pengelola, di antaranya Ketua PKPBA Dr. Nur Qomari, M.Pd., Ketua PKPBI Dr. Suparmi, M.Pd., Ketua CLCC Dr. Nur Ila Ifawati, M.Pd., Ketua BIPA Hersila Astari Pitaloka, M.Pd., serta tim penerjemah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris PPB. Turut hadir Kaprodi BSA Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., Sekprodi PBA Risna Rianti Sari, M.Pd., serta Sekprodi BSI Habiba Al Umami, M.Hum., menandakan komitmen lintas program studi dalam pengembangan bidang penerjemahan.

Dalam pertemuan tersebut, PPB menyampaikan bahwa hingga saat ini UIN Malang belum memiliki learning factory khusus sebagai wahana praktik pembelajaran penerjemahan berbasis industri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan HPI diharapkan dapat membantu penyusunan kurikulum magang penerjemahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga pengalaman profesional nyata.
Menanggapi hal tersebut, HPI menawarkan berbagai bentuk dukungan. Organisasi profesi ini siap memberikan pendampingan terkait strategi pemasaran jasa penerjemahan, peningkatan daya saing, penentuan tarif (rate), serta rekomendasi standar kompetensi kepada pemerintah. Selain itu, HPI juga menyelenggarakan sertifikasi nasional penerjemah untuk berbagai bahasa, serta uji kemahiran dengan standar ATA (American Translators Association) guna memetakan level kompetensi penerjemah secara profesional.
Tidak hanya itu, HPI secara rutin mengadakan kegiatan profesional dan sharing session, termasuk forum temu penerjemah daring, serta berkomitmen menjembatani kesenjangan antara dunia industri dan perguruan tinggi sebagai pencetak calon penerjemah. Ke depan, kerja sama juga berpotensi diperluas melalui penyelenggaraan konferensi, pelatihan, dan kegiatan akademik bersama.
Pertemuan ini membuka peluang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kolaborasi berkelanjutan antara PPB UIN Malang dan beberapa prodi di UIN Malang dengan HPI. Dengan sinergi tersebut, Pusat Pengembangan Bahasa optimistis dapat menghadirkan learning factory penerjemahan yang menjadi pusat pelatihan, praktik, dan sertifikasi, sekaligus mencetak penerjemah profesional yang berdaya saing nasional dan internasional. (makhi)





