{"id":5755,"date":"2024-10-28T08:18:06","date_gmt":"2024-10-28T08:18:06","guid":{"rendered":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/?p=5755"},"modified":"2024-10-28T08:18:06","modified_gmt":"2024-10-28T08:18:06","slug":"dosen-pkpbi-uin-malang-hadirkan-riset-inovatif-di-konferensi-internasional-teflin-ke-70-kolaborasi-wawasan-global-dan-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/dosen-pkpbi-uin-malang-hadirkan-riset-inovatif-di-konferensi-internasional-teflin-ke-70-kolaborasi-wawasan-global-dan-lokal\/","title":{"rendered":"Dosen PKPBI UIN Malang Hadirkan Riset Inovatif di Konferensi Internasional TEFLIN ke-70: Kolaborasi Wawasan Global dan Lokal"},"content":{"rendered":"<p>Lima dosen dari Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadiri konferensi internasional bergengsi, The 70th TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language in Indonesia) dan the 17th CONAPLIN (Conference on Applied Linguistics), yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, dari tanggal 23 hingga 25 Oktober 2024. Konferensi ini merupakan salah satu ajang ilmiah tertua di Indonesia dalam bidang bahasa Inggris dan linguistik terapan, yang diikuti oleh pakar bahasa dari berbagai belahan dunia.<\/p>\n<p>Tahun ini, TEFLIN mengusung tema <em>\u201cDiverse Voices: Navigating World Englishes in Language Pedagogy and Language Policy,\u201d<\/em> yang mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang variasi bahasa Inggris di seluruh dunia serta penerapannya dalam kebijakan bahasa dan pedagogi. Dengan menghadiri konferensi ini, para dosen diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pembelajaran bahasa Inggris yang relevan dengan konteks global, serta menerapkan wawasan yang diperoleh dalam pengajaran dan penelitian di UIN Malang.<\/p>\n<p><strong>Berikut ini adalah judul dan fokus penelitian yang dipresentasikan oleh para dosen, yang sesuai dengan tema \u201cDiverse Voices\u201d dari TEFLIN:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Roviqur Riziqin Alfa, M.Pd.<\/strong> mempresentasikan penelitian berjudul <em>\u201cNovice Teachers\u2019 Belief and Practices in Implementing Outcome-Based Education: A Study from Indonesia.\u201d<\/em> Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana guru pemula di Indonesia memahami dan menerapkan pendidikan berbasis hasil, memberikan wawasan penting bagi dunia pendidikan terkait adaptasi kurikulum modern. Sejalan dengan tema \u201cDiverse Voices,\u201d studi ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi yang lebih inklusif dan adaptif, memperkuat peran guru pemula dalam lingkungan pendidikan yang semakin beragam.<\/li>\n<li><strong> Adam Basori, M.A TESOL<\/strong> mempresentasikan studi berjudul <em>\u201cReporting Verbs in Natural and Social Sciences of Indonesian Journal Article Abstract.\u201d<\/em> Penelitiannya membahas pemakaian kata kerja pelaporan dalam abstrak artikel jurnal bidang ilmu alam dan sosial di Indonesia, yang diharapkan mampu memperkaya penulisan akademik dalam publikasi ilmiah nasional. Penelitian ini sejalan dengan tema konferensi, dengan mendukung variasi penggunaan bahasa Inggris dalam konteks akademik di Indonesia.<\/li>\n<li><strong>Rohmawati, M.Pd. dan Ai Mulyani, M.Pd.<\/strong> membawakan penelitian berjudul <em>\u201cEnhancing Students\u2019 Understanding of Listening Strategies through Ubiquitous Learning (Video-Based Learning).\u201d<\/em> Studi ini menekankan pentingnya penggunaan video sebagai media pembelajaran yang dinamis dan mudah diakses untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap strategi mendengarkan. Ini mendukung konsep <em>\u201cNavigating World Englishes,\u201d<\/em> dengan memperkenalkan variasi metode yang mendukung pedagogi global.<\/li>\n<li><strong>Amelia Nur Abida, M.A.<\/strong> menyampaikan penelitian berjudul <em>\u201cGender-Based Language Variation in Instagram Comments of the Indonesian Presidential Election: A Sociolinguistic Study.\u201d<\/em> Studi ini menganalisis variasi bahasa berdasarkan gender dalam komentar Instagram terkait pemilihan presiden Indonesia, memberikan perspektif baru tentang dinamika sosiolinguistik dalam media sosial. Penelitian ini relevan dengan tema \u201cDiverse Voices\u201d karena menggali penggunaan bahasa Inggris yang dipengaruhi oleh faktor sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5757 aligncenter\" src=\"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Picture2-300x228.jpg\" alt=\"\" width=\"543\" height=\"413\" srcset=\"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Picture2-300x228.jpg 300w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Picture2-1024x778.jpg 1024w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Picture2-768x583.jpg 768w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Picture2-16x12.jpg 16w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Picture2.jpg 1184w\" sizes=\"(max-width: 543px) 100vw, 543px\" \/><\/p>\n<p>Dalam konferensi ini, para dosen tidak hanya memaparkan hasil penelitian mereka tetapi juga berinteraksi dengan pakar dunia seperti Willy A. Renandya dari National Institute of Education Singapura, Elizabeth Ka Yee Looh dari The University of Hong Kong, dan Alastair Pennycook dari University of Technology Sydney. Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang terus mendukung dosen-dosennya untuk meningkatkan wawasan ilmiah melalui partisipasi dalam konferensi internasional bergengsi seperti TEFLIN, sejalan dengan komitmen institusi dalam mengembangkan sumber daya akademik yang berkualitas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lima dosen dari Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadiri konferensi internasional bergengsi, The 70th TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language in Indonesia) dan the 17th CONAPLIN (Conference on Applied Linguistics), yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, dari tanggal 23 hingga 25 Oktober 2024. Konferensi ini merupakan salah satu ajang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5756,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-5755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}