PPB – Pelaksanaan Dauroh Tadribiyah yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Muassasah Risalatus Salam memasuki hari ketiga, Rabu 5 Agustus 2026, dengan mengangkat tema al-Kitabah al-Wazhifiyyah (functional writing). Materi disampaikan oleh Dr. Zakiyah Arifah, M.Pd., yang mengupas pentingnya keterampilan menulis fungsional sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap pembelajar bahasa Arab.
Dalam pemaparannya, Dr. Zakiyah menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan memahami teks atau berkomunikasi secara lisan, tetapi juga membekali pembelajar dengan kemampuan menyampaikan gagasan melalui tulisan yang sesuai dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari maupun dunia akademik.
Menurutnya, al-Kitabah al-Wazhifiyyah merupakan keterampilan menulis yang berorientasi pada fungsi komunikasi. Melalui kemampuan ini, pembelajar dilatih untuk menulis berbagai bentuk komunikasi tertulis, seperti surat, formulir, pengumuman, pesan, laporan sederhana, maupun bentuk-bentuk tulisan praktis lainnya yang banyak dijumpai dalam kehidupan nyata.

Beliau menegaskan bahwa keterampilan tersebut merupakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap pembelajar bahasa Arab. Sebab, komunikasi tidak hanya berlangsung secara lisan, tetapi juga melalui media tulis yang menuntut ketepatan bahasa, kejelasan informasi, serta kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.
Selain membahas aspek konseptual, Dr. Zakiyah juga memaparkan strategi terbaik dalam mengajarkan al-Kitabah al-Wazhifiyyah kepada pembelajar tingkat pemula. Menurutnya, proses pembelajaran perlu dimulai dari aktivitas menulis yang sederhana, kontekstual, dan dekat dengan pengalaman peserta didik. Pendekatan tersebut diyakini mampu membangun rasa percaya diri sekaligus mengembangkan kemampuan menulis secara bertahap sesuai tingkat kompetensi pembelajar.
Para peserta dauroh mengikuti sesi ini dengan antusias karena materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai posisi keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Arab. Selama ini, pembelajaran kitabah sering kali lebih berorientasi pada aspek akademik, sedangkan al-Kitabah al-Wazhifiyyah memperlihatkan bagaimana bahasa Arab dapat digunakan sebagai sarana komunikasi tertulis yang aplikatif dalam berbagai situasi. (makhi)





