PPB – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan koordinasi internal pada Kamis (18/12/2025) sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan dan pemantapan program kerja ke depan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa beserta seluruh staf dan pengelola unit di lingkungan PPB UIN Malang.
Rapat koordinasi diawali dengan arahan dari Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd., yang menyampaikan secara umum tentang hal-hal yang perlu disiapkan untuk tahun baru 2026. Di antaranya pembahasan dan fiksasi job description pada setiap unit kerja di bawah Pusat Pengembangan Bahasa. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas pembagian tugas, memperkuat fungsi masing-masing unit, serta memastikan efektivitas dan sinergi kerja dalam pelaksanaan program. Dengan kejelasan peran tersebut, diharapkan seluruh unit dapat bekerja lebih terarah dan akuntabel.
Agenda selanjutnya difokuskan pada perencanaan kegiatan selama liburan semester ganjil. PPB merancang sejumlah aktivitas yang tetap produktif dan adaptif, baik dalam bentuk penguatan layanan kebahasaan, pengembangan program berbasis kebutuhan mahasiswa, maupun persiapan kegiatan akademik semester berikutnya. Perencanaan ini disusun dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan optimalisasi sumber daya yang ada.
Selain itu, rapat juga melakukan review terhadap rencana kegiatan tahun 2026. Setiap unit diminta memaparkan program yang telah dirancang, sekaligus melakukan penyesuaian agar selaras dengan arah kebijakan universitas dan tantangan pengembangan layanan bahasa di masa mendatang. Dari proses ini, dilakukan pendataan kegiatan-kegiatan prioritas yang akan dijadikan bahan strategis dalam rapat dengar pendapat dengan Senat Universitas.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program secara berkelanjutan. Sinergi seluruh unsur di lingkungan PPB diharapkan menjadi modal penting dalam menghadirkan layanan kebahasaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan bagi sivitas akademika. (makhi)





