PPB – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Penyusunan Modul Ikhtibar al-Lughah al-‘Arabiyah al-Mi’yari (ILAA) 20 Juli 2026, sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya pada 17 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan tes standar bahasa Arab. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Tim ILAA yang selama ini bertanggung jawab dalam pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi tes kompetensi bahasa Arab di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Workshop ini bertujuan menyusun sebuah modul yang akan menjadi panduan resmi bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi tes ILAA. Kehadiran modul tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme tes sekaligus membantu peserta mengikuti ujian dengan lebih percaya diri.
Modul yang disusun memuat berbagai informasi penting, mulai dari gambaran umum mengenai ILAA, fungsi dan tujuan pelaksanaan tes, konten atau materi yang diujikan, prosedur dan teknis pelaksanaan, hingga berbagai tips dan strategi dalam mengerjakan soal secara efektif agar peserta dapat memperoleh hasil yang optimal.
Selain berorientasi pada kebutuhan peserta tes, proses penyusunan modul juga menjadi momentum refleksi bagi Tim ILAA untuk meninjau kembali kualitas penyelenggaraan tes. Melalui diskusi dan telaah bersama, setiap komponen tes dievaluasi agar tetap memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, dan relevansi dengan standar kompetensi bahasa Arab yang diharapkan.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Prof. Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd., menegaskan bahwa penyusunan modul tidak hanya bertujuan menghasilkan bahan panduan bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses peningkatan mutu internal.
“Diharapkan dari proses penyusunan modul ini sekaligus menjadi proses evaluasi mandiri terhadap kualitas soal dan struktur soal yang diujikan, serta sistem pelaksanaan tes secara menyeluruh,” ujarnya.
Melalui workshop ini, Pusat Pengembangan Bahasa berharap modul ILAA dapat menjadi referensi yang mudah dipahami oleh peserta sekaligus mendukung penyelenggaraan tes yang semakin profesional, transparan, dan berstandar. Di sisi lain, evaluasi yang dilakukan selama proses penyusunan modul diharapkan mampu memperkuat kualitas ILAA sebagai instrumen pengukuran kompetensi bahasa Arab yang kredibel dan terus berkembang sesuai kebutuhan pendidikan tinggi. (makhi)





