Surabaya (21/10/2025) – Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dari Pusat Pengembangan Bahasa, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Suparmi, M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop dan Penyusunan Instrumen Tes BIPA: Integrasi Metode, Media, dan Budaya dalam Pengembangan Pembelajaran BIPA di Era Digital.Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Penunjang Akademik – Bahasa, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, dan berlangsung di Auditorium Lantai 12, Tower A Menara Wimaya UPN “Veteran” Jawa Timur.
Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan oleh Ketua Unit Penunjang Akademik – Bahasa UPN “Veteran” Jawa Timur, Syifa Sharifah Alamiyah, S.Sos., M.Commun. Workshopini diikuti oleh sekitar 70 peserta, yang terdiri atas pengajar BIPA dasar dari UPN serta beberapa universitas di Surabaya.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Suparmi, M.Pd. menyampaikan materi berjudul “Metode Pengajaran BIPA Dasar: Penerapan 5C pada Empat Keterampilan Berbahasa.” Beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip 5C (Communication, Cultures, Connections, Comparisons, dan Communities) dalam pembelajaran BIPA untuk membangun kompetensi komunikatif mahasiswa BIPA, memperluas wawasan lintas budaya, serta menumbuhkan sensitivitas antarbudaya.
Tidak hanya memberikan paparan teoretis, Dr. Suparmi, M.Pdjuga mengajak para peserta untuk melakukan praktik bersamadalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis 5C. Melalui sesi praktik ini, para peserta diajak melihat secara langsung bagaimana pendekatan 5C dapat diintegrasikan ke dalam empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) secara kreatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa asing di era digital. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana aspek 5C dapat dihadirkan secara alami dalam proses pembelajaran BIPA.
Sebagai pengajar BIPA berpengalaman, Dr. Suparmi memiliki rekam jejak internasional yang luas. Ia pernah mendapat penugasan sebagai Duta Bahasa Negara dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan pengalaman mengajar di Darwin High School dan KRI Darwin, Australia, KBRI Norwegia, KBRI Lisabon, Portugal, dan KBRI Denmark. Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam diplomasi kebahasaan dan kebudayaan Indonesia di kancah global.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengajar BIPA dapat memperkuat kompetensi pedagogis dan memperkaya strategi pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya Indonesia, sehingga BIPA tidak hanya menjadi sarana pengajaran bahasa, tetapi juga media diplomasi budaya yang efektif di era digital.





