MIU Login

Rapat Akademik PKPBA Tekankan Strategi Baru Pembelajaran Bahasa Arab

PPB – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat pengarahan akademik bagi para dosen Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab (PKPBA) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Rapat ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan perkuliahan PKPBA tahun akademik 2026/2027, khususnya dalam menyambut perubahan jadwal dan strategi pembelajaran bagi mahasiswa baru.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam rapat adalah perubahan waktu perkuliahan PKPBA. Jika pada periode sebelumnya perkuliahan dilaksanakan pada pukul 14.00–17.00 WIB, pada tahun akademik ini perkuliahan akan dilaksanakan pada pukul 06.00–09.00 WIB. Perubahan tersebut menuntut kesiapan dan semangat baru dari seluruh dosen dalam menjalankan proses pembelajaran.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Prof. Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd., menekankan bahwa perubahan waktu perkuliahan bukan sekadar perubahan jadwal, tetapi juga membutuhkan perubahan energi dan pola pembelajaran. Semangat dosen ketika memulai perkuliahan pada pagi hari dinilai akan menjadi salah satu faktor penting yang dapat membangkitkan semangat mahasiswa.

Menurutnya, kondisi mahasiswa baru saat ini juga menjadi pertimbangan dalam merancang strategi pembelajaran. Mayoritas mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dinilai masih memiliki kemampuan bahasa Arab yang rendah, bahkan sebagian di antaranya hampir belum memiliki kemampuan bahasa Arab. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu memberikan paparan bahasa secara bertahap sejak awal perkuliahan.

Karena itu, Kepala Pusat Bahasa memperkenalkan konsep pembelajaran yang dimulai sejak pukul 06.00 dengan memberikan ‘paparan bahasa Arab’ kepada mahasiswa sebelum memasuki materi inti. Pada tahap awal, mahasiswa akan diajak berinteraksi dengan bahasa Arab melalui bacaan Al-Qur’an beserta terjemahnya. Setelah itu, mahasiswa mendapatkan mufradat atau kosakata yang disajikan secara kontekstual, dekat dengan kehidupan mereka, dan selaras dengan materi yang sedang dipelajari.

Paparan awal tersebut akan berlangsung hingga sekitar pukul 06.30. Setelah mahasiswa memperoleh bekal kebahasaan awal, perkuliahan kemudian dilanjutkan dengan materi inti sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Strategi ini dirancang agar mahasiswa tidak sepenuhnya memulai pembelajaran bahasa Arab dari kondisi “nol”. Meskipun bekal yang diperoleh pada tahap awal masih sederhana, paparan bahasa secara rutin diharapkan dapat membangun familiaritas mahasiswa terhadap bahasa Arab, memperkaya kosakata, serta mempersiapkan kondisi mental dan kognitif mereka sebelum memasuki materi pembelajaran utama.

Dalam rapat tersebut, para dosen juga diarahkan untuk menjadikan perubahan strategi ini sebagai kesempatan untuk menciptakan pengalaman belajar bahasa Arab yang lebih efektif. Keberhasilan pendekatan tersebut tidak hanya bergantung pada desain pembelajaran, tetapi juga pada konsistensi dosen dalam memberikan stimulus bahasa dan membangun suasana belajar yang positif sejak awal perkuliahan. (makhi)

Berita Terkait