{"id":7279,"date":"2026-04-28T05:12:50","date_gmt":"2026-04-28T05:12:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/?p=7279"},"modified":"2026-04-28T05:12:50","modified_gmt":"2026-04-28T05:12:50","slug":"fgd-dosen-bahasa-arab-uin-malang-bahas-perdamaian-dunia-dan-pembelajaran-bahasa-arab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/fgd-dosen-bahasa-arab-uin-malang-bahas-perdamaian-dunia-dan-pembelajaran-bahasa-arab\/","title":{"rendered":"FGD Dosen Bahasa Arab UIN Malang Bahas Perdamaian Dunia dan Pembelajaran Bahasa Arab"},"content":{"rendered":"<p>PPB &#8211; UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para dosen Bahasa Arab pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema <em>\u201cAs-Sal\u0101m al-\u2018\u0100lam\u012b wa Ta\u2018l\u012bm al-Lughah al-\u2018Arabiyyah\u201d<\/em> (perdamaian dunia dan pembelajaran Bahasa Arab), sebagai upaya mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p>FGD ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Prof. Dr. Ridha Abdussalam dan Prof. Dr. Abdurradhi Muhammad, dengan moderator Dr. Hj. Mamluatul Hasanah. Kegiatan ini diikuti oleh dosen Bahasa Arab baik dari jurusan maupun pusat pengembangan bahasa dengan antusias, sebagai bagian dari penguatan wawasan global dan nilai-nilai keislaman dalam pengajaran bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ridha Abdussalam menekankan keagungan ajaran Islam yang dipandang sebagai cahaya bagi kehidupan manusia. Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah juga merupakan sumber cahaya tersebut, dengan tujuan utama menuntun manusia menuju kebahagiaan dan kehidupan yang damai.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Prof. Dr. Abdurradhi Muhammad menguraikan potensi bahaya teori populasi yang menyatakan bahwa peningkatan jumlah penduduk akan menurunkan tingkat kesejahteraan, sedangkan penurunan jumlah penduduk justru meningkatkannya. Ia menilai pandangan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam, yang menegaskan bahwa Allah telah menjamin rezeki setiap manusia. Namun demikian, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha dan bekerja, sementara hasil akhirnya berada dalam ketentuan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"466\" src=\"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/22-3-1024x466.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7281\" srcset=\"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/22-3-1024x466.jpeg 1024w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/22-3-300x136.jpeg 300w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/22-3-768x349.jpeg 768w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/22-3-18x8.jpeg 18w, https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/22-3.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para peserta mengangkat berbagai pertanyaan, terutama terkait strategi mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Arab dengan nilai-nilai perdamaian, serta bagaimana menginternalisasikan pesan-pesan tersebut dalam praktik pembelajaran di kelas. <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen Bahasa Arab mampu mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kebahasaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan secara lebih kontekstual dan aplikatif. (makhi)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPB &#8211; UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para dosen Bahasa Arab pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema \u201cAs-Sal\u0101m al-\u2018\u0100lam\u012b wa Ta\u2018l\u012bm al-Lughah al-\u2018Arabiyyah\u201d (perdamaian dunia dan pembelajaran Bahasa Arab), sebagai upaya mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran bahasa. FGD ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7280,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7279"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7279\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7282,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7279\/revisions\/7282"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppb.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}