PPB – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan benchmarking dari Markazul Lughah Pesantren Tahfidz Al-Qur’an As-Syadzili 1 Pakis pada Selasa, 5 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan serta pengembangan lembaga kebahasaan sebagai rujukan dalam penguatan Markazul Lughah di lingkungan pesantren.
Rombongan yang berjumlah 17 orang terdiri dari kepala Markazul Lughah beserta para instruktur bahasa. Dalam kunjungan tersebut, pihak pesantren juga menyampaikan permohonan sharing terkait berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan oleh Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang untuk dapat diadaptasi dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan lembaga mereka.
Dalam diskusi yang berlangsung, disampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengintegrasikan penguatan bahasa Arab di tengah fokus utama pesantren pada program tahfidz Al-Qur’an dan tafsir. Oleh karena itu, pengembangan bahasa Arab diharapkan dapat menjadi penopang utama dalam membangun kompetensi kebahasaan santri secara lebih komprehensif.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Prof. Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd., menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pengembangan Markazul Lughah ke depan. Ia menegaskan bahwa momentum ini merupakan kesempatan strategis untuk membangun fondasi yang kuat bagi lembaga kebahasaan di pesantren.
“Saat ini momen yang luar biasa untuk meletakkan kekuatan bagi Markaz al-Lughah. Jika blueprint Markaz al-Lughah siap dan jelas progresnya, akan memiliki masa depan yang menjanjikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya merancang konsep yang matang dalam mengombinasikan pembelajaran Al-Qur’an dan bahasa Arab agar keduanya dapat berjalan secara optimal. “Bahkan nanti dapat menjadi program unggulan bagi pesantren,” tandasnya.
Sebagai langkah awal, ia memberikan salah satu strategi kunci, yaitu menjadikan bahasa Al-Qur’an sebagai bahasa yang komunikatif. Pendekatan ini dinilai penting agar capaian pembelajaran bahasa Arab lebih terlihat, terukur, dan relevan dengan kebutuhan santri.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang dan Markazul Lughah Pesantren As-Syadzili, dalam upaya menciptakan model pembelajaran bahasa Arab yang integratif, aplikatif, dan berdaya saing tinggi. (makhi)





